Beranda » Uncategorized » Kisah Penjual Sapu Keliling Bisa Umroh

Kisah Nyata Penjual Sapu Keliling Bisa Umroh

Kisah Penjual Sapu Keliling Bisa Umroh – Kisah nyata ini kami dapatkan dari rekan kami sesama travel agen biro umroh yang berkantor di Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan, Sejatinya Kekayaan bukanlah tanda kemuliaan dan kemiskinan bukanlah tanda kehinaan dari Allah SWT, jadi bilamana ada atau kita diberikan kondisi dibatasi rizkinya maka jaman pernah menunduk dihadapan orang yang berlebihan hartanya, karena kemiskinan itu bukan hal yang hina, Allah SWT tidak menghinakan karena kemiskinan Dan Allah SWT  tidak memuliakan dengan kekayaan ingat baik-baik itu, ingin bukti!

Ada suatu cerita orang orang yang diluaskan riskinya oleh Allah WT sebagian tidak memperhatikan sohlat berjamaah, cerita hakiki seorang penjual sapu dan perabotan rumah keliling yang beliau jual dengan sepeda Ontel nya, ketika beliau keliling pada saat menginjak waktu duhur beliau 30 menit sebelum waktu dhuhur sudah di depan masjid bahkan masjidnya pun belum dibuka, jadi setiap harinya ketika beliau berangkat berdagang  beliau udah merencanakan bila beliau berangkat ke utara beliau akan berhenti di masjid ujung laku maupun tidak laku beliau berakhir diwaktu jam solat masuk ke dalam masjid, berkat niatan terebut beliau tidak pernah ketinggalan solat berjamaah.

Untung dari menjual sapu keliling dan perabotan rumah tangga sekitar sepuluh ribu sampai lima belas ribu dalam sehari namun beliau menyisihkan setiap hari sedikit demi sedikit dengan niat ingin berangkat ibadah umroh tanah suci makkah, beliau berfikir keras bagaimana caranya bisa berangkat umroh bersama istri tercinta dengan penghasilan dari menjual sapu dan perabot rumah tangga keliling yang sangat tidak seberapa, dengan tekad kuat dan bulat nawaitu bismillah beliau mempunyai cara strategi menabung mengumpulan pundi pundi rupiha yaitu ketika uang yang dikumpulkan lumayan banyak beliau belikan emas karena beliau tahu emas itu harganya stabil untuk investasi jangka panjang.

Bahkan setiap hari beliau berpuasa bila tidak berpuasa beliau mengirit makanan sehari-hari nya, akhirnya nominal biaya berangkat umroh pun berkumpul beliau mendaftarkan diri ke agen travel umroh, ketika beliau menyerahkan sejumlah nominal yang beliau kumpulkan sedikit demi sedikit untuk ibadah umroh, sayang disayang pihak travel mengatakan bapak mohon maaf uangnya kurang karna bapak ingin berangkat umroh dua orang bersama istri, saat itu juga beliau lagsung membuka ikat selendang nya dan beliau mengeluarkan tabungan tabungan pundi pundu emas berupa kalung gelang cuncin kepada pihak travel untuk bisa mendaftarkan umroh bersama istrinya, dan apakah yang terjadi di kantor travel biro unroh tersebut, semua orang yang sedang berada di kantor travel tersebut pegawai staff maupun orang orang jamaah lainnya semuanya menangis terharu subahanallah, masyaallah dengan kesempitan rizki beliau berusah keras ingin beribadah menghadap Allah SWT ke tanah suci Makkah.

Bila kita ingat dn berfikir tekad bulat yang beliau itiqomahkan untuk niat ibadah umroh ke tanah suci makkah menghadap sang maha suci Allah SWT belum tentu bisa dilakukan oleh orang-orang yang diluaskan rizkinya oleh Allah SWT yang bisa saja orang-orang yang diluaskan rizkinya tersebut bisa berangkat umroh satu minggu sekali atau bahkan setiapa hari namun ketika tidak ad keniatan hati ampai kapanpun tidak akan dipanggil ke tanah sucinya Allah SWT, Ketika pihak travel menghitung jumlah nominal pundi pundi emas yang diserahkan sayang  sekali tetapi tetap kurang untuk membiayai beliau serta istrinya tercinta, namun denga segala keniatan ikhlas atas nama Allah SWT pihak Travel Biro Umroh mengizinkan beliau bersama istrinya untuk berangkat ibadah umroh ketanah suci dengan nominal yang sebenarnya kurang sesuai dengan harga paket umroh pada umumnya, Orang-orang seperti beliau akan benar benar menjadi pemberat amal ketika pada hari perhitungan kelak Amiiin Ya Rabbalallamin.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab :

“Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, “Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.” Padahal telah menjadi milik si fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS. Al Baqarah: 219)

Baca Juga : Tips Ibadah Umroh Cirebon Pertama Kali

Ditulis oleh

Umroh Cirebon, Travel Umroh Cirebon, Paket Umroh Cirebon, Biaya Umroh Cirebon, Biro Perjalanan Umroh Cirebon, Tour Travel Umroh Cirebon

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.

error: Content is protected !!