Beranda » Uncategorized » Nasihat Singkat Jamaah Ibadah Umroh Cirebon

Nasihat Singkat Untuk Jamaah Ibadah Umroh Cirebon

Nasihat Singkat Jamaah Ibadah Umroh Cirebon – Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh psda kesempatan artikel kali ini kami amanah wisata biro umroh cirebon , kan menyampaikan sharing berbagi nasihat makna dari ibadah umroh, sesungguhnya di dalam melaksanakan ibadah umrah banyak sekali pendapat pelajaran yang banyak sekali baik itu pelajaran yang berhubungan dengan masalah tauhid adapun berhubungan dengan masalah manhaj atau pun yang berhubungan dengan masalah taskiyatun nufus karena indah umroh adalah moment yang sangat penting sekali untuk senantiasa kita mengingat tentang hikmah hikmah yang agung dari pensyariatan dari ibadah umroh itu, di mana yang paling besar adalah yaitu memetik hikmah dari dari ibadah umroh dari sisi aqidah, dimana ibadah umroh adalah simbol tentang tauhidullah memtauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala simbol kepasrahan seorang hamba kepada rabb nya, simbol ketaatan seorang hamba yang total kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Lihatlah yang diucapkan oleh jamaah jamaah ibadah umroh ketika mereka berikhrom yaitu kalimat kalimat yang penuh dengan isinya adalah taihibullah hi jalla wa alla, Allahumma Labbaik, labbaika la syarika laka labbaik inna al hamda wa an ni’mata laka wa al mulk la syarika laka, Ya Allah Aku Menyahut panggilanmu Ya Allah, ketika kita berkata Ya Allah aku nenyahut panggilanmu, karena memang ini menunjukan hakikat daripada perelasian bagi seorang hamba untuk menyahut panggilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan rasull nya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewajibkan setiap hamba hamba nya untuk menyebut panggilan nya dan rasull nya ini dia kita harus menyahut panggilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan cara melaksanakan ibadah umroh, bahwa Dirinya Adalah Seorang Hamba Dia Berusaha Untuk Semaksimal Mungkin Menyadap Panggilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena ia menyadari dirinya hanya seorang hamba, dan dirinya diberikan berbagai kenikmatan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kewajiban bagi dia sebagai seorang hamba yaitu harus tunduk kepada sang pencipta nya yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Labbaika La Syarika Laka Labbaik, ya allah aku menyahut panggilanmu dan tidak ada sekutu bagimu, ada sekutu peniadaan akan adanya sekutu bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjukkan bahwa betul betul mentauhidkan allah subhanahu wa ta’ala mentauhidkan allah subhanahu wa ta’ala, tidak ada sekutu bagimu tidak ada tandingan bagimu ya allah subhanahu wa ta’ala, karena sesungguhnya perbuatan syirik adalah merupakan dosa yang paling besar bahkan merupakan kedzoliman yang paling besar adalah perbuatan syirik, sumbernya kesirikan itu adalah kedzoliman yang besar bahwa tidak akan pernah mengampuni dosa perbuatan syirik dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala meng ampuni dosa yang lebih rendah dari perbuatan dosa kesyirikan.

Para saudara saudari sekalian yang berbahagia Allahumma Labbaik, labbaika la syarika laka labbaik inna al hamda wa an ni’mata laka wa al mulk la syarika laka, innal hamda sesungguhnya adalah pujian nikmat dan kerajaan semuanya hanya milik engkau subahanallah seorang hamba mengakui bahwa sosok rabb nya adalah maha terpuji, dan memang Allah Subhanahu Wa Ta’ala terpuji dalam sifat sifat dan nama namanya terpuji dalam penciptaan nya Allah Subhanahu Wa Ta’ala terbagi dalam syariatnya bahkan orang terpuji dan semua perbuatan dan ketentuan ketentuan nya walaupun terkadang manusia tidak pernah mengerti apa yang allah subhanahu wa ta’ala inginkan dibalik itu semua.

Maka siapapun yang berucap innal hamda sesungguhnya pujian hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesungguhnya kenikmatan hanya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, coba hitung berapa nikmat yang allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita di setiap menitnya waintaq udzhu niqmatallah hills tuh suhha, jika kamu menghitung-hitung nikmat yang diberikan oleh allah subhanahu wa ta’ala maka tidak akan bisa mensukuri nya dan kamu tidak akan bisa menghitungnya, makka ketika seorang hamba mengakui bahwa nikmat itu semuanya hanya milik allah subhanahu wa ta’ala itu menunjukkan bahwa dirinya mengakui atas dirinya yang fakir dan dia tidak memiliki apapun kenikmatan badan dia kenikmatan mata dia kenikmatan yang seluruh berikan kepadanya dalam kehidupan dunia semuanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala Semata, demikian pada kerajaan hanya milik allah subhanahu wa ta’alasemuanya.

Bumi dan langit yang menciptakan nya adalah Allah Subhanahu Wa Ta’alamaka raja yang hakiki adalah allah subhanahu wa ta’alakelak nanti pada hari kiamat yang patut disembah adalah allah subhanahu wa ta’ala yang raja dimana aja raja dunia pada waktu ibuk tidak lagi miliki kerajaan sedikit pun juga, subahanallah ucapan demi ucapan yang penuh dengan mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika melaksanakan ibadah umroh cirebon di tanah suci makkah, menjauhkan kita dari perbuatan kesyirikan yang merupakan perambahan yang total yang hanya kepada allah saja bukan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka subahanallah saudarasaudari sekalian yang berbahagia lihatlah perbuatan perbuatan ibadah umroh itu ketika melaksanakan putaran tawaf mengelilingi kabbah dan kita tidak akan mau tawaf di selain putaran kabbah kenapa, karna tidak pernah allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya memerintahkan kita untuk tawaf di selain putaran kabbah, jika tidak karena allah subhanahu wa ta’ala dan rasull nya tentu kita tidak akan melakukan putaran tawaf keliling kakbah ketika beribadah umroh di tanah suci makkah.

Bukan berarti kita mengagung agungkan kakbah, ketika kita melakukan tawaf di kabbah apakah berarti kita menyembah kabbah tentunya tidak ketika kita melakukan sholat menghadap kabbah dan sujud menghadap kabbah apakah berarti kita menyembah kabah tentunya tidak juga tapi karna pencipta kabbah rabb kabbah memerintahkan kita untuk melakukan tawaf di putaran kabbah ketika melaksanakan ibadah umroh di tanah suci makkah, memerintahkan kita untuk melaksanakan sholat menghadap kiblat kabbah, dan jika bukan karena perintah rabb nya kita tidak akan pernah melakukan itu, kita hanya bersujud kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagian orang menganggap ketika kita melakukan tawaf di putaran kabbah kitas seakan akan mengagungkan dengan menyebah kakbah, ini adalah sebuah penafsiran dan pemahaman yang tentunya sangat sangat aneh sekali sebab kita melakukan tawaf di putaran kabbah adalah perintah dari sang pencipta bukankah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang memerintahkan oleh karena itulah umar bin khattab Radhiyallahu Anhu ketika beliau mencium hajar aswad apa kata umar inni laa’lam aku ini tau an naqi hajarun bahasa kamu itu hanyalah batu latadhur walatan faq kamu tidak bisa memberikan manfaat maupun mudarat sama sekali, laulla walla laullah anni roaitu rosulallah saw qobaltu, kalo bukan aku melihat rasulullah mencium hajar aswad tidak akan mencium hajar aswad juga, ini semua kita lakukan sebagai bentuk taat ketaatan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan rasulull nya karena allah subhanahu wa ta’ala yang memerintahkan kita ketika kita melakukan tawaf putaran kabbah tentunya kita memperbanyak dzikir kepada allah melaksanakan perintah allah subhanahu wa ta’ala untuk mentaudihkan allah subhanahu wa ta’ala mengesakan allah subhanahu wa ta’ala menjaga dari  kesirikan kesirikan pada waktu itu ahlul islam jadilah ia seorang hamba yang betul betul tunduk dan patuh serta taslim kepada allah subhanahu wa ta’ala.

Saudara saudari sekalian yang berbahagia lihatlah bagaimana ketundukan yang total yang dilakukan para jamaah jamaah ibadah umroh cirebon mapun ibadah haji itu ketika mereka harus wukuf di arafah dibawah terik matahari yang sangat menyengat kemudian merekapun harus pergi ke mina melempar jumroh dengan tujuh 7 batu kerikil yang mungkin kita tidak mengerti kenapa harus 7 tujuh, kenapa harus melempar dengan batu apa hikmah dibalik itu, terkadang kita tidak mengerti bab kita harus taslim kita harus tunduk yang patuh terhadap allah subhanahu wa ta’ala.

Karna itu merupakan suatu konsekuensi dari tauhidullah ya jalla wa alla, dan seorang hamba tidak akan sempurna keimanannya kecuali aapabila ia betul betul mempunyai jiwa yang taslim yang sempurna, allah subhanahu wa ta’ala berfirman “tidak demi rabb mu, mereka tidak beriman sampai kapan sampai mereka menjadikan kamu sebagai hakim” dalam perkara yang mereka perselisihkan kemudian mereka tidak mendapatkan dalam diri mereka rasa berat untuk menerima keputusanmu lalu mereka pun taslim dengan sebenar benarnya taslim itulah hamba yang taslim walaupun di tidak mengerti apa hikmah dibalik dari pada ibadah umroh maupun ibadah haji, ini perintah allah subhanahu wa ta’ala baik mengetahui hikmah nya maupun ia  tidak tau hikmah nya, ia tetap lakukan dengan penuh keikhlasan mengharapkan ridha allah subhanahu wa ta’ala semata betapa  indah nya ibadah umroh dan ibadah haji itu betapa ia adalah simbol keikhlasan, betapa ia adalah simbol tauhidullah ya jalla wa alla simbol taslim yang sempurna seorang hamba kepada rabbnya maka sudara saudari dari yang berbahagia kita berusaha memetik hikmah yang agung ini, untuk menjadi hamba yang sempurna dengan mentauhidkan allah subhanahu wa ta’ala, semoga sahring dari kami amanah wisata biro umroh cirebon yang sedikit ini memberikan manfaat kepada kita semua dan pastinya banyak lagi hikmah hikmah yang lainnya yang bisa kita petik dari pelajaran ibadah umroh ini, terima kasih. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Baca Juga : Tempat Tempat Masjidil Haram Ketika Umroh

Ditulis oleh

Umroh Cirebon, Travel Umroh Cirebon, Paket Umroh Cirebon, Biaya Umroh Cirebon, Biro Perjalanan Umroh Cirebon, Tour Travel Umroh Cirebon

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.

error: Content is protected !!