Beranda » Uncategorized » Tanda Tanda Ibadah Umroh Haji Mabrur

Tanda Tanda Ibadah Umroh Haji Yang Mabrur

Tanda Tanda Ibadah Umroh Haji Mabrur – Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Saudara saudari pembaca yang berbahagia para calon-calon jamaah ibadah umrah maupun ibadah haji amanah wisata biro umroh cirebon, pada kesempatan yang berbahagia ini puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan begitu banyak nikmat kepada kita semuanya pertama allah swt memberikan kesempatan kepada kita berziarah ke makkah al-mukaromah dan madinatil muanwaroh dengan harapan dan doa mudah mudahan ibadah umroh dan ibadah haji kita di terima oleh allah swt yang kedua sholawat serta salam semoga tercurah hadapan baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam semoga dengan ucapan allahhumma sholli ala sayyidina muhammad, semua yang membacanya akan dicatat sebagai pengikut yang setia amiin amiin allah ya rabbal allamin.

Saudara-saudari sekalian pembaca yang berbahagia, ada dua 2 perasaan yang pasti dimiliki oleh orang-orang yang setelah melaksanakan ibadah haji maupun ibadah umroh di tanah suci makkah, dan bahwa perasaan yang pertama adalah gembira mereka gembira karena telah melaksanakan ibadah haji maupun ibadah umroh di tanah suci makkah dan ketika tiba pulang bertemu bersama keluarga besar yang di cintainya dia akan hadir di tengah tengah keluarganya, kemudian perasaan yang ke dua  adalaha all hauf yaitu perasaan takut bila seandainya saja ibadah haji mupun ibadah umroh nya apakah bisa di terima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, apakah ibadah umroh nya ataukah ibadah haji nya di kategorikan ibadah yang mabrur apa ibadah yang mabrur nya tertolak oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, saudara saudari yang berbahagia di dalam kitab mi ahwa ikhsril mihtaha mimahqotil jannah fill quran wa sunnah 120 kunci surga, berarti bahwa ada harapan buat kita salah satunya adalah pahala ibadah umroh maupun ibadah haji yang mabrur merupakan kunci surga ia akan menjadi milik kita ketika nanti kelak di akhirat sana.

Saudara saudari pembaca yang berbahagia al haji mandir laisa lahu jazau illal jannah “ibadah haji yang mabrur balasan nya tak lain dan tak bukan adalah surga” dan juga “ibadah umroh yang mabrur balasan nya tak lain dan tak bukan adalah surga” yang jelas telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala janjikan, lalu kemudian para sahabat bertanya yaa Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yaa Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallamsaw “apakah ciri ciri orang orang yang ibadah haji ataupun ibadah umroh nya yang mabrur” kemudian Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tidak memberikan jawaban yang panjang hanya dua 2 kata saja jawaban Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, yang pertama adalah toyibill kallam yang artinya “tutur katanya baik” subahanallah orang-orang yang telah melaksanakan ibadah haji maupun ibadah umroh di tanah suci makkah otomatis yang bersangkutan harus memiliki tutur kata yang baik tidak membuat orang yang mendengarkan nya sakit hati kemudian menusuk kata kata nya, tabiin yang selalu mengungkapkan kata kata kalimat kalimat yang baik kalimat toyibah dan lain sebagainya, kenapa karena ia sudah di didik oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, di diklat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’alayang kurang lebih sembilan 9 hari untuk ibadah umroh bahkan tiga puluh sembilan 39 hari untuk ibadah haji di tanah suci makkah.

Disana di tana suci makkah mestinya tidak kan keluar kalimat selain kalimat talbiyah kalimat tasbih kalimat takbir kalimat dzikir, subahanallah walhamdulillah wallailla haillallah huallah huakbar “maha suci bagi Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah maha besa”, ketika tawaf di tujuh 7 putaran kabbah selalu ber dzikir ketika sedang melakukan sai dari safa ke marwah selalu di hiasi dengan kalimat dzikir tidak ada kalimat yang keluar dari orang yang melaksanakan ibadah haji maupun ibadah umroh kecuali keluar kalimat kalimat yang baik, Saudara saudari pembaca yang berbahagia, bahwa orang yang melaksanakan ibadah umroh nya mabrur pastinya setelah pulang ke tanah air nya ia berkata-kata kalimat yang baik.

Tidak akan pernah ia menyakiti perasaan orang yang sedang berada di sekitar nya tidak akan pernah ia berkata kotor tidak akan pernah ia menyombongkan diri berkata sombong, semoga ini semua dapat memberikan teguran serta bahan renungan terhadap kepada kita semua apakah kita bisa di kategori yang mabrur setelah kita selesai dari melaksanakan ibadah umroh maupun ibadah haji di tanah suci makkah.

Sifat tanda tanda yang ke dua 2 yang harus dimiliki ia ingin di kategorikan ibadah nya umroh maupun ibadah haji yang mabrur adalah selalu beramal khusus dengan memberikan makan kepada fakir dan miskin, pernyataan bagi seseorang yang telah melaksanakan ibadah umrah maupun ibadah haji bisa dikatakan mabrur itu dapat dilihat setelah mereka kembali ke tanah air bukan pada waktu ia sedang melaksanakan ibadah haji maupun ibadah umroh tanah suci makkah, ketika pada waktu orang di tanah suci sana bisa saja membuat kelihatan menjadi mabrur, ia bisa saja terlihat sebagai orang yang ahli ibadah, harusnya setelah selesai melaksanakan ibadah umroh maupun ibadah haji di tanah suci makkah dan pulang ke tanah air ia lebih peduli dengan anak yatim ia semakin peduli dengan orang-orang dhuafa dan sebagainya bila sebaliknya sebaliknya jika ia semakin tidak peduli atau pun semakin pelit bisa di pastikan bahwa ibadah umroh maupun ibadah haji nya di tanah suci makkah ditolak oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Saudara saudari pembaca yang berbahagia betapa indah nya di setiap ibadah dalam agama islam di yakini tidak harus berhubungan vertikal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, “dirikanlah sholat dan tunaikan zakat” begitu pula pada ibadah haji dan ibadah umroh, bila ia ingin ibadah haji maupun ibadah umroh nya mabrur maka ia harus memiliki sifat jiwa sosial peduli yang tinggi setelah pulang dari melaksanakan ibadah haji maupun ibadah umroh di tanah suci makkah, mudah mudahan kita semuanya dengan memiliki dua 2 sifat tersebut setelah kita pulang dari melaksanakan ibadah umroh maupun ibadah haji di tanah suci makkah, maka ini adalah tanda bahwa ibadah umroh maupun ibadah haji kita dan ibadah ibadah lainnya bisa di terima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Amiin amiin Allah Subhanahu Wa Ta’ala Yaa Rabbal Allamin. Wasalllamuallaikum wr.wb.

Baca Juga :  Kekeliruan Kekeliruan Dalam Melaksanakan Ibadah Umroh

Ditulis oleh

Umroh Cirebon, Travel Umroh Cirebon, Paket Umroh Cirebon, Biaya Umroh Cirebon, Biro Perjalanan Umroh Cirebon, Tour Travel Umroh Cirebon

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.

error: Content is protected !!